PENANGGULANGAN Covid-19 DI KABUPATEN SRAGEN

Oleh : admin
05 Maret 2020
121
  
data-layout="button_count" data-action="like" data-show-faces="false" data-share="false">

Sragen – Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Covid-19 (Corona Virus Diseases) Kab. Sragen di Ruang Sukowati Setda Kabupaten Sragen dipimpin oleh Bupati Sragen, Kamis (05/03/2020).

Bupati memerintahkan semua rumah sakit di Kabupaten Sragen untuk mengoptimalkan ruang isolasi IGD dan menyediakan ruang isolasi cadangan jika terjadi out break jika rumah sakit rujukan sudah tidak bisa menampung lagi.

Dokter spesialis paru dr. Windu Prasetyo, Sp.P, FISR menuturkan bahwa penularan Covid-19 melalui droplet/percikan sekret saluran nafas saat tertawa, bicara atau bersin dapat melampaui jarak 1 m. Sekali batuk menghasilkan 3000 droplet. Bicara 5 menit menghasilkan 3000  droplet.

Dalam Rapat Koordinasi yang dihadiri Wakil Bupati Sragen, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen, Staf Ahli Bupati Sragen, Asisten Sekda Sragen, Inspektur Kabupaten Sragen, Sekretaris DPRD Kabupaten Sragen, Kepala Badan, Dinas se Kabupaten Sragen, Kepala Satpol PP Kabupaten Sragen, Direktur Rumah Sakit Se Kabupaten Sragen, Kepala Bagian Setda se Kabupaten Sragen, Camat Se Kabupaten Sragen, Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Sragen, IFK dan Labkesda Kabupaten Sragen Bupati Sragen menyampaikan langkah kesiap siagaan penanggunalangan Covid-19 sebagai berikut :

  1. Dibentuk rumah sakit rujukan, untuk di Sragen ada 2 (dua) rumah sakit yang ditunjuk yaitu RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan RSUD dr. Soeratno Gemolong.
  2. Membentuk tim penjemput suspect Covid-19.
  3. Hotline 24 jam Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen di 0271-891078.

Dandim 0725/Sragen Letkol Kav Luluk Setyanto menyampaikan perlu menambahkan langkah antisipasi atau pembekalan dalam penanggulangan Covid-19. Yaitu dengan manajemen panik dan manajemen media. Langkah manajemen panik antara lain penanganan dengan teliti, sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO), komitmen dari tingkat kecamatan, puskesmas, desa tidak perlu panik, sosialisasi Standar Prosedur Operasional (SPO), penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Manajemen media antara lain kerjasama dengan media untuk pemberitaan yang positif dan tidak mencari sensasi, tidak membuat masyarakat panik, dan memberi edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat. “Perlu dipahami masyarakat bahwa Covid-19 dapat dikontrol, dikendalikan dan dapat disembuhkan.”, imbuhnya. (DISKOMINFO/YD)


komentar
tulis komentar anda

Create Account



Log In Your Account